top of page

Tanaman Padi Layu karena Ozon? Ini Cara AWD Membantunya Pulih

  • Gambar penulis: Masyita Insyra Putri
    Masyita Insyra Putri
  • 11 Des 2025
  • 3 menit membaca
Tanaman Padi Layu karena Ozon? Ini Cara AWD Membantunya Pulih

Di banyak hamparan sawah Asia, padi tumbuh sebagai penyangga hidup manusia. Lebih dari separuh penduduk dunia menggantungkan makanan mereka pada butiran kecil berwarna emas ini. Namun dalam beberapa tahun terakhir, padi menghadapi ancaman baru yang tak terlihat, dan jauh lebih sulit ditebak: polusi ozon.


Ozon di permukaan bumi tidak seperti ozon pelindung atmosfer di lapisan atas. Sebaliknya, ia adalah produk sampingan polusi industri dan transportasi yang dapat merusak daun tanaman, menghambat pertumbuhan, bahkan menyebabkan batang padi menjadi lemah. Ketika batang kehilangan kekuatannya, padi bisa tumbang sebelum waktunya. Fenomena ini disebut lodging, dan kerusakannya bisa sangat fatal: gabah tidak terisi penuh, panen jatuh drastis, dan petani kehilangan hasil yang mereka perjuangkan sepanjang musim.


Di tengah ancaman ini, sebuah teknik irigasi bernama Alternate Wetting and DryingĀ (atau lebih dikenal dengan AWD) muncul sebagai harapan baru. Teknologi sederhana ini memungkinkan petani menghemat air tanpa mengorbankan hasil panen. Namun pertanyaan besar muncul: bisakah AWD juga membantu padi bertahan dari kerusakan batang akibat polusi ozon?



Ketika Ozon Menyentuh Sawah

Selama beberapa dekade terakhir, konsentrasi ozon dekat permukaan tanah meningkat tajam, terutama di negara-negara yang sedang bertumbuh pesat secara industri. Angkanya naik dari belasan ppb menjadi hampir 50 ppb, cukup tinggi untuk memengaruhi kesehatan tanaman.


Bagi padi, ozon ibarat musuh yang bergerak diam-diam. Ia merusak proses fotosintesis, menghambat pertumbuhan, dan lebih buruk lagi: melemahkan batang. Bagian pangkal batang (yang seharusnya kuat menopang malai yang mulai berat) menjadi rapuh. Pada hari-hari angin kencang atau hujan deras, banyak batang rebah begitu saja. Inilah lodging: musuh kecil yang sering tak terlihat hingga kerusakan sudah terlambat.

Beberapa penelitian menunjukkan ozon dapat meningkatkan risiko tumbangnya tanaman hingga puluhan persen. Ini ancaman yang tidak bisa diabaikan mengingat dunia sedang berjuang memastikan kecukupan pangan bagi populasi yang terus bertambah.



AWD: Air Lebih Hemat, Batang Lebih Tangguh

AWD sebenarnya bukan teknologi baru, tetapi cara sederhana yang kembali relevan dalam menghadapi kekurangan air dan perubahan iklim. Alih-alih sawah selalu terendam, petani memberi jeda hingga tanah mengering sedikit sebelum membasahinya kembali.


Yang mengejutkan, pola ini justru membuat akar bekerja lebih baik dan batang menjadi lebih kokoh. Pada banyak kasus, padi yang tumbuh dengan AWD memiliki batang yang lebih tebal, lebih berat, dan lebih kuat menahan beban.

Hasil lapangan menunjukkan:

  • Risiko lodging bisa turun antara 10 sampai 20 persen.

  • Diameter dan kekuatan batang meningkat.

  • Keseimbangan air tanah menjadi lebih stabil.

  • Emisi gas rumah kaca seperti metana berkurang.



Bisakah AWD Melawan Risiko dari Polusi Ozon?

Ketika para peneliti mencoba melihat apakah AWD dapat mengimbangi dampak buruk ozon, hasilnya menunjukkan gambaran yang realistis dan penuh nuansa.

AWD memang membantu membuat batang lebih kuat. Ia meningkatkan bobot batang, memperbesar diameter pangkal, dan memperbaiki struktur jaringan. Namun ketika ozon mencapai level tinggi, efek negatifnya tetap terasa. Batang masih bisa melemah, dan risiko tumbang tetap ada.


Dengan kata lain, AWD adalah sahabat yang kua (tetapi bukan perisai total) di tengah meningkatnya polusi udara.



Kenapa Ini Penting untuk Masa Depan Pangan Dunia

Bagi banyak negara, terutama di Asia, padi bukan sekadar tanaman: ia adalah pondasi ekonomi dan simbol ketahanan pangan. Tetapi dengan meningkatnya polusi, langkanya air, dan tekanan iklim yang kian ekstrem, masa depan padi menjadi semakin rapuh.


Oleh karena itu, teknologi sederhana seperti AWD menjadi sangat vital. Ia tidak hanya menghemat air, tetapi juga memperbaiki ketahanan tanaman. Ketika digabung dengan strategi lain (seperti pemuliaan varietas tahan ozon, manajemen tanah yang lebih baik, serta pengurangan polusi dari sektor industri) kita memiliki peluang lebih besar untuk menjaga sawah tetap produktif.

AWD bukan jawaban tunggal, tetapi ia adalah bagian penting dari mozaik solusi yang harus dibangun bersama.



Di Antara Padi yang Meliuk di Angin

Bayangkan sawah pada sore hari. Angin bergerak lembut menyentuh malai, udara membawa aroma tanah basah, dan barisan padi berdiri tegak seolah menjaga rahasia masa depan pangan dunia. Itulah harapan yang ingin dijaga oleh para petani, ilmuwan, dan komunitas global.


Di tengah tantangan baru seperti polusi ozon, langkah-langkah kecil seperti mengatur pola irigasi ternyata bisa membawa dampak besar. Dari percahan air yang lebih hemat, dari batang padi yang lebih kuat, dari teknologi sederhana yang diterapkan dengan penuh ketekunan, di sanalah masa depan padi coba dipertahankan.



Pelajari lebih lanjut tentang inovasi produksi SAWA Biochar dan dampaknya terhadap pertanian berkelanjutan.


Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Warna Akhir Logo SAWA-03.png

Memberikan solusi inovatif yang melawan perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan

Tautan

Lokasi:

Artha Graha Building, SCBD, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jl. Jend. sudirman kav 52-53 Blok 52 - 53, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190

bottom of page